Betapa Keyakinan & Paradigma manusia teramat sangat menentukan hidup dan kehidupan manusia itu sendiri, kuat dan kokohnya jatidiri manusia adalah dari kemampuan memahami dan menguasai keyakinan dan paradigmanya, sehingga berhati-hatilah dalam berkeyakinan dan berparadigma, karena akan membunuh dirinya sendiri.

sebagai contoh adalah paradigma, “mempersiapkan bekal kematian”
ini adalah keyakinan dan paradigma yang harus segera diluruskan karena sangat melemahkan jiwa raga manusia,
1. Manusia sudah meyakini bahwa umur manusia hanya Tuhan yang maha mengetahuinya, kenapa manusia tidak meyakini bahwa Tuhan maha berkuasa untuk menjadikan dirinya hidup kekal & abadi?
2. Manusia menjadi berjiwa kerdil, karena takut pada dosa & neraka, sehingga menghantui jiwa dan akal pikirannya.
3. Manusia menjadi terbatasi rasa, rasio dan raganya dalam berkarya & berinovasi untuk kemajuan diri dan kemajuan bersama, karena takut salah & berdosa.
4. Belum tentu bekal yang dibawa manusia menuju kematian adalah bekal amal ibadah yang benar, karena bekal yang benar adalah jika manusia telah menyadari kodrat jatidirinya secara totalitas, sehingga manusia bisa mempertanggung jawabkan amanat jiwa raga diri & jiwa raga bumi dengan benar dan semestinya. Bukan Bekal yang masih mengambang kebenarannya.
5. Dengan bekal energi pemahaman rasa, rasio dan raga yang sangat minimal sekali, kurang dari 7% dari yang semestinya 100% adalah hal yang sangat sulit untuk mendapatkan kehidupan surga yang sempurna lahir & bathin.
6. Dengan Keyakinan bahwa manusia bisa hidup kekal dan abadi, minimalnya manusia akan dengan penuh semangat membenahi diri, dengan menggali potensi kekuatan yang diamanatkan dalam dirinya.
Manusia akan mengoptimalkan dayanya dalam membangun kejayaan bersama.
Sehingga manusia pun akan saling menjaga dan memelihara amanat jiwa raga diri dan amanat jiwa raga bumi dengan benar, karena merasakan kebersamaan yang tinggi dengan diri-diri yang lainnya.
Manusia akan sama-sama merasakan memiliki tanggung jawab bersama, berupa amanat jiwa raga diri dan jiwa raga bumi.
7. Manusia akan senantiasa sadar bahwa di dalam dirinya, sama-sama memiliki kekuatan dzat illahi yang maha tunggal, sehingga pasti saling menghargai, saling mengerti, saling melengkapi dan menyempurnakan dirinya.
8. Manusia akan menyadari bahwa dirinya memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan seluruh harapan dan doa dari para pendahulunya, terhadap kehidupan surga yang kekal & abadi.
9. Manusia akan menyadari bahwa selama ini telah mengingkari segala anugerah kenikmatan hidup yang telah diberikan oleh Illahi Dzat Tuhan yang maha sempurna.
10. Manusia tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh para pendahulunya.
11. Manusia akan menyadari bahwa TUHAN PUN MAHA BERKUASA MEMBUAT MANUSIA HIDUP KEKAL & ABADI, dan TUHAN PUN MAHA BERKUASA MEWUJUDKAN KEHIDUPAN SURGA DI BUMI TERCINTA INI.
12. Dan lain-lain kelemahan jatidiri manusia oleh karena kekeliruan manusia dalam berkeyakinan dan berparadigma, yang secara tidak langsung sebenarnya telah meremehkan kekuatan & kekuasaan Sang illahi dzat tuhan yang maha segalanya.

INILAH KEKUATAN & KEKUASAAN SANG ILLAHI DZAT TUHAN YANG MAHA MEMILIKI KERAJAAN LANGIT & BUMI, YANG SESUNGGUHNYA ADALAH KERAJAAN SURGA YANG MAHA KEKAL & ABADI.

HANYA KARENA KEYAKINAN & PARADIGMA MANUSIA YANG SANGAT SEMPIT, YANG TELAH MENYEBABKAN MANUSIA TIDAK BISA MELIHAT REALITA NYATA KEHIDUPAN DI BUMI INI YANG TELAH DICIPTAKAN & DIWUJUDKAN DENGAN MEKANISME SISTEM YANG MAHA SEMPURNA, YANG TIDAK AKAN PERNAH HANCUR ATAU MUSNAH. KARENA BUMI INI ADALAH TAMAN KEHIDUPAN SURGA YANG TELAH DIRAWAT & DIJAGA OLEH SANG ILLAHI DZAT PEMILIK, PENCIPTA & PENGUASA BUMI ALAM SEMESTA RAYA SEJAK MILYARAN ATAU BAHKAN SUDAH TRILIUNAN TAHUN LAMANYA.

BANGUN DAN BANGITLAH WAHAI SATRIO-SATRIO PININGIT & RATU-RATU ADIL DARI ALAM BAWAH SADAR MU, AGAR MENJADI JURU SELAMAT KEHIDUPAN MANUSIA DARI KEHANCURAN DIRI MANUSIA ITU SENDIRI.

KELUARKANLAH SELURUH KONSEP-KONSEP KEBENARAN & KESEJATIAN MU, KELUARKAN LAH SELURUH FORMULA TEKNOLOGI YANG MAHA CANGGIH YANG ADA DI ALAM BAWAH SADAR MU, DEMI TERWUJUDNYA KEJAYAAN & KEMULYAAN BERSAMA.

 

Sumber : Gusti Yan