Cerita ini udah gw ceitakan  dari mulut ke mulut ga ketinggalan juga gw ceritaiin di fesbuk. Gw cuma ingin berbagi sebuah tulisan indah yang hingga kini ga gw ketahui siapa penulisnya….

Jadi, beginilah awal mula ceritanya….

Dulu gw pernah sholat di musola kampus gw di UI, tapi masalahnya gw lupa di fakultas mana…. Pas selesai sholat dan udah siap2 mu balik ke fakultas gw, tiba-tiba mata gw tertarik oleh secarik kertas lusuh yang ditempel di dinding musola…. Dan tulisan di secarik kertas itu, bagi gw begitu inspiring, begitu indah…. Sampe sekarang tulisan ini setau gw penulisnya anonim, tapi kalo elo ngerasa tau sapa penulisnya… mohon diinformasikan ke gw *tapi jangan minta royalti yak :p*. Gw mu berterima kasih sama die… ^^ karena tulisannya sungguh indah dan telah menginspirasi banyak temen2 termasuk juga gw.

Tulisannya tuh begini kira2… aga2 lupa juga gw…
WANITA SUCI
(suara hati seorang ikhwan untuk seluruh wanita suci di dunia)

Wanita Suci…
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli, karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku. Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun…. bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi. Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkan persamaan

Wanita Suci…
Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh karena akan membuatku mengingatmu. Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu. Berimbas pada tersusunnya gambarmua dalam tiap dinding khayalku. Membuatku ibginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari. Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur. Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita Suci…
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung. Ada ingin, tapi tak ada henti. Menyentuhmu merupakankeinginan diri, berkelebat selalu meski ujung penutupmu tak berani kusentuh. Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku. Karena sucimu kau pertaruhkan. Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya jadi wanita biasa dihadapanku bila kau kalah. Dan tidak lebih dari wanita biasa.

Wanita Suci…
Jangan pernah kau menatapku penuh, bahkan tidak perlu kau lirikkan matamu untuk melihatku. Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor. Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas, meniru perilaku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari lumpur. Kau memang suci, tapi masih mungkin kau termanipulasi. Karena kau toh manusia, hanya manusia biasa.

Wanita Suci…
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu ke hadapan Tuhanmu. Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi. Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah (lamaran) dan akad yang indah. Atau kejar sang lelaki seperti Khadijah mengejar Rasulullah SAW.
Wanita Suci…
Bariskan harapanmu pada istikharah, sepenuh hati ikhlas. Relakan ALLAH pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti bahkan mungkin tidak ada sampai kau mati. Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di dunia fana ini. Mungkin lelaki itu menanti di istana kekalmu, yang kau bangun dengan segala kekhusyuan tangis doamu.

Wanita Suci…
Pilihan ALLAH tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya. Tidak ada yang lebih baik dari pilihan ALLAH. Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kau pilih, seperti, kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islaman sebagai mahar pernikahannya. Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan sang Kekasih Tertinggi. Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.

red_scarlet