Bismillahirrohmanirrohiem….Setetes airmata pun turut bertasbih dalam sujud mengagungkan asma’ul husna Mu ya Allah….

Inni as aluka ya Qodiem, ya Da’iem, ya Fardhin, ya Witrin, ya Ahad, ya Somad, ya Hayyu ya Qoyyum ya dzal zalaali wal ikrom, fa in tawallau faqul hasbiyallah inni tawakkaltu wahuwa roob al-arsy al-adziem.  Robbi isrohli shodry wa yassirli amri, wahlul uqdatan billisaani yafqohu qouly….

Ya Allah ! lapangkan dada ini agar hidayahMu selalu bersemayam menyinari setiap langkahku, permudah segala urusanku agar tiada lagi urusan selain mengamalkan ayat-ayatMu, tuntun lisan ini agar dapat menyampaikan yang haq itu adalah hak dan yang bathil itu adalah bathil, dan jadikanlah setiap perkataanku adalah firmanMu yang dapat menerangi jalan menuju shirath al-mustaqiemMu bagi setiap hamba-hambaMu yang ingin bersujud memohon rahmat dan nikmat-Mu.

Innallaha wa malaaikatahu yusholluna ala an-nabi, ya ayyuhalladziena amanu shollu alaihi wa sallimu tasliima….  Salam ya Rasulullah, ingin kupanjangkan sholawatMu di antara al-ardh wa al-arsy hingga terbingkai hari dan malam yang kulalui dengan memanjatkan sholawat untuk Mu wahai sang kekasih Allah. Adakah syafaat Mu tersisa bagiku… aku yang shohib al-ma’asy begitu hina dina di antara pengikut Mu.

Pun andai kelak an-nar al-jahiem tempatku berpijak, perkenankanlah kukafani tubuh ini dengan sholawat Mu. Andai Nungkar dan Nakir bertanya kepadaku tentang siapa nabiku……izinkanlah kusebut nama-Mu Muhammad SAW sang kekasih……. kelakpun nanti bumi dalam barzah Mu menghimpit jasad sebatangkara ini… berilah kesempatan bagiku untuk merenda syahadatain sebagai jubahku… “idza dzulzilat al-ardh dzilzalaha, wa akhrojat al-ardh atsqolaha” ketika bumi berguncang sehebat-hebatnya dan mengeluarkan segala isinya, syafaatMu yang kurindu, ya nabi salam alaika, ya rasul salam alaika… sholawatullah alaika.

Ditengah-tengah ku merindu akan hidayah Mu, kenapa ku semakin terperosok diantara rahasia hidup yang terbingkai indah dari senyuman dan bayang-bayang semu…. walau raga ini terbelenggu oleh ma’asy, ku ingin sisa-sisa nafas ini mampu menyebut asma Mu. Andai esok tersisa nafasku tuk menanti sang ajal, ku ingin lidah ini melafadzkan istighfar taubatan nasuhah sebelum ku lalui tidur panjang bersama dawai-dawai riak barzahMu..

Sebelum nafas terakhir ini berhembus, ku ingin membingkai kerajaan Mu walau dengan satu ayat Mu…. ”Firqah “1000 Din@r” diantara hikmah dibalik satu ayatMu yang tiada terhingga, ku renda dalam ikhtiar hingga terlahir melalui rahim pengalaman nyata yang disemai oleh perjalanan bathin tiada berujung. Bagai benih nuurun ala an-nuurika (cahaya di atas cahaya Mu) yang merenda kiasan hidup ku diantara gelimang ma’asy, aku bersyukur ya Robb al-arsy al-adzhiem atas pintu hidayah yang Engkau kirim melalui bibir “sang pewaris nabi” yang kini telah tersenyum abadi dibalik taman barzah-Mu. Melalui indahnya mutiara fikir dan zikir sang para Dai-Mu ya Allah tersimak ayat-ayatMu yang kini melahirkan firqah “warasath al-anbiya” yang siap menegakkan firman dan sabda rasul-Mu di atas muka bumi.

Kepada para da’ie sang inspirator spiritual perparjalanan hidupku yang telah memberi bekal “Bismillah” dalam setiap langkah menyapa masa penantian. Semoga Sabdamu selalu memberi kekuatan lisan untuk terus menebarkan semerbak “Basmalah” setiapkali melangkah menghitung ayat-ayatullah yang tersebar di atas muka bumi ini… Para Da’I Allah, jangan pernah berhenti mewariskan mutiara “Basmalah” untuk perjuangan jihad Firqoh 1000 Din@r ini.
“Al-Amien”, Yang Dipercaya… rumah dimana aku merasakan mimpi indah bercengkerama dengan tahmid, tahlil dan takbir yang terbuai dengan syahdunya kumandang adzan memanggil. Tanpa terasa “wasiat” ilmu yang kubawa dari rumah ini telah membuka tabir rahasia dibalik perjalanan sang musafir dalam melakukan hijrah cinta untuk menyebarkan kasih sayang sang khalik.

Dibalik buaian bathin yang selalu membisikkan peringatan kedatangan malaikat maut, belum lagi terbayang akankah jasad ini sanggup mendengar gemuruhnya langkah Nungkar dan Nakir…..cukupkah sholat ini menahankan perihnya “sakaratul maut” seperti perihnya sang domba ketika dikuliti….andai dari lahir hingga matipun sholat kutegakkan, itupun belum cukup untuk mengobati sakitnya ketika ruh ini perlahan-lahan meninggalkan jasad yang penuh dosa. Andai jasad inipun selama hidup selalu berpuasa, apakah sudah cukup kuat untuk menahan sakitnya “Izrail” menjemput nafas terakhir.

Ilaahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa ala an-nar al-jahimi, dzunuubi mistlu a’daadi arrimali….Tuhanku andai aku bukanlah penghuni ahli firdaus Mu, betapa tidak sanggupnya jasad ini menerima panasnya neraka Jahannam Mu, sedangkan dosa-dosaku bagaikan pasir-pasir putih yang bertebaran….hanya zikir-zikir asma Mu yang sempat terucap kala hidup yang dapat menolongku, itupun terucap kala aku teringat tentang Mu, Ya Allah, karuniakan rahmat Mu ketika Nungkar dan Nakir Mu bertanya “man robbuka wa man nabiyyuka” kala bumi menjempit daging-daging yang tak bertuan. Ijinkanlah lidah ini mengucapkan “Asyhadu an la ilaah illa Allah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah”.

Keindahan dunia terbingkai dalam untaian langkah yang lalai akan seruan Ilahi, mengejar angan yang tiada pasti seakan tiada pernah mengerti “rahasia ilahi”. Tapak demi tapak mengejar dan menghitung kekayaan duniawi tanpa sadar bahwa ini merupakan bagian kecil dari hak Ilahi. Indahnya kalam Ilahi ternyata menjanjikan nirwana duniawi dan surgawi, hanyut dalam pikir dan zikir untuk menuai setetes demi setetes hikmah dari lautan ni’mat ilahi.

Adakah hanya sebuah pengharapan atau ketakutan ! Andaipun dari lahir hingga matimu kau hiasi hidup ini dengan amal kebajikan, tiadalah pernah akan sebanding nilainya dengan indahnya surga yang dijanjikan. Jangan pernah berfikir meraih surga walau ibadahmu menghiasi hari dan malam hingga matimu, karena semua itu tidak sebanding dengan nikmatnya kedipan sebelah matamu. Indahnya surga hanya hak-Nya, milik-Nya, hanya dengan ridho dan rahmat-Nya lah kita dapat meraihnya…..
Ilaahiiii anta maaqsuudi wa ridhoka matluuby inni ma’aka ya Allah, ya Allah, ya Allah aatini mahabbataka, wa ma’rifataka, wa hidayataka wa rahmataka ya Allah…… ya rahman ya rahiem ya arhamarrohimien…. ruh inipun merindukan kasih Mu, makrifat Mu, hidayah Mu dan rahmat Mu dalam zikir ketika setetes air mata bicara, mengalir dalam sunyi tanpa riak, menghitung jemari yang tiada pernah tahu kapan tiba sang waktu menjemput akhir dari pengharapan…ketika mata ini tiada lagi mampu tuk menangis, adakah cahaya di atas cahaya Mu menghampiri ruang rinduku untuk menghampiri Mu…..

Allahuma inni as aluka salamatan fiddhien : Bagaimana aku sanggup memohon kepada Mu ya Allah sementara nafas demi nafas yang kuhembuskan ini tiada pernah berlalu dengan menyebut asma-Mu, Wa afiatan filjasad : dan jasad yang penuh sakit dari dosa-dosa ini tiada lain hanya berharap kesembuhan untuk dapat selalu ruku’ dan bersujud dihadapanMu. Wa dziaadatan fil ‘ilmi : bukakanlah ilmu dari segala ilmu yang tersembunyi maupun ladunni dibalik ayat-ayat Mu. Wa barakatan fi ar-rizqi : limpahkan barokah atas rizqi yang Engkau datangkan dari arah tiada disangka-sangka. Wa taubatan qoblal maut : kuatkan istiqomah taubatan nasuhahku hingga ajal menjemput. Wa rahmatan ‘indal maut : dan hanya rahmatMu yang kuharap ketika datang sang maut. Wa maghfirotan ba’dal maut : sinari jalanku dengan maghfirohMu setelah kulalui gerbang maut. Hawwin alaina fi sakaratil maut : Tidurkan jasad ini dengan mimpi indah berjalan diatas asshirot al-mustaqiemMu ketika sakaratul maut. Wannajaata min an-naari wal afwa ‘indal hisaab : Andaipun akhirnya aku termasuk diantara orang-orang ahli nerakaMu, aku ikhlas atas kehendakMu Ya Allah.… jadikan panasnya sesejuk embun surge Mu, baranya dari bebuahan zaitun, asapnya dari lemah gemulai tari-tarian bidadari firdaus Mu…. Nyalanya bagaikan liuk-liuk sungai susu surga na’im-Mu.

Andai masih tersisa hari dan malam Mu untukku bertasbih, biar kulalui jalan setapak ini untuk menghitung betapa kian dekatnya alam barzahMu dihadapanku. Izinkan kuagungkan agamaMu walau hanya melalui satu ayatMu…. Melalui Firqoh 1000 Din@r ini bukakan pintu dari segala pintu Mu bagiku dan hamba-hamba Mu yang akan menjadi “Pewaris Para NabiMu” berjuang, berjihad dan berdakwah menegakkan ayat-ayat Mu.

 

Written by tim iyyaka.net