“Peran Humas Pada Rumah Sakit”
Dalam pelayanan Rumah Sakit 24 jam setiap hari non stop untuk semua pelayan darurat dan non darurat dan instansi rawat jalan memberikan pelayanan spesialistik yang baik untuik diperuntukkan baik pasien baru maupun pasien lama, baik umum peserta askes maupun pasien terdapat jaminan pada perusahaan namun salah satu masalah yang sering timbul di rumah sakit adalah akibat komunikasi yang kurang efektif baik antara dokter dan pasien. Terkadang mengalami ketidak pengertian dalam menjelaskan atau menagani seorang pasien, Sehingga terjadi kesalah fahaman. Pada saat seperti inilah peran humas pada rumah sakit sangat penting untuk menciptakan peluang strategis dalam upaya mensosialisasikan hak dan kewajiban pasien serta hak dan kewajiban dokter-dokter dalam penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik sesuai amanah. Karena Public Relations memainkan peran utama dalam membantu mengomunikasikan uang, waktu dan sumber daya lainya.
Jasa pelayanan kesehatan rumah sakit dewasa ini sudah mengalami perubahan yang mendasar dan merupakan sebuah badan usaha yang mempunyai banyak unit bisnis strategis. Kegiatan utama pelayanan rumah sakit adalah penyelenggaraan jasa pelayanan medik, yang mencakup proses medik sampai menghasilkan income. Hal inilah yang nantinya akan dinilai oleh pasien sebagai citra dari rumah sakit tersebut. Misalnya, Instalasi rawat inap, Instalansi laboratorium, Instalasi gawat darurat, Rehabilitas medik, Radiologi, Gizi, dan Pemulasaran jenazah. Peran rumah sakit sebagai industri jasa merupakan bentuk upaya pelayana kesehatan yang bersifat sosio ekonomi yaitu suatu usaha yang bersifat sosial namun diusahakan agar bisa memperoleh surplus dengan cara pengelolahan yang secara benar dan profesional dalam bekerja.
Peran humas pada rumah sakit diharapkan ikut mensosialisasikan, hal itu bertujuan
1. Agar dapat mengetahui hak dan kewajiban pasien serta hak lainya
2. Agar dapat mengetahui hak dan kewajiban Suster dan dokter-dokter lainya
3. Dapat mengaplikasikan kewajibannya dan memperhatikan hak pasien dalam pelaksanaan praktik rumah sakit.
4. Untuk menciptakan peluang strategis dalam upaya mensosialisasikan program-program yang di buat
Dengan demikian tidak terjadi masalah yang bisa menurunkan citra rumah sakit. Secara umum jika membahas citra rumah sakit kadang membuat perbedaan mengenai hal itu citra rumah sakit itu sendiri di mata masyarakat menemui banyak komentar. Beberapa Riset membuktikan 78 responden itu menunjukkan, secara umum rumah sakit di Indonesia dirasakan bersifat komersial dan tidak layak. Di sisi lain, Suasana, Kebersihan dan Kenyamanan kurang diperhatikan, Ada dokter yang tidak memberi penjelasan yang cukup kepada pasien berakibat pada pasien yang kurang puas dalam menagani, Ada juga dokter yang terlalu banyak pasien sehingga dalam memeriksa pasien dengan cepat dan tidak akurat, Perawat tidak memberikan layanan yang baik dengan memperlihatkan muka (judes, acuh, cuek, sombong, tidak sopan), Antara dokter dinilai saling melindungi antara teman sepekerja pada kasus yang dinilai merugikan pasien.
Beberapa contoh kasus lainya :
1. RS Siloam Gleaneagles (Tanggerang) dilaporkan ke polisi oleh Ade Irma Effendy (37), Dr.Antonius, dokter ahli kandungan Rumah sakit, di laporkan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit itu. Karena Pasien (Ade) mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Ade menduga, RS Siloam melakukan mal praktek.
2. Kasus prita yang sama juga terkait tentang ada dugaan mal praktek namun pihak dari Manajemen Humas RS OMNI, Jika dari awal Kasus ini tidak Diblow Up Maka Citra OMNI Tidak Akan Terpuruk Seperti Ini dari Segi Bisnis Sangat Tidak Menguntungkan OMNI justru balik melaporkan bukan memberikan klarifikasi yang benar.
Dalam hal ini Peran humas rumah sakit kurang baik dan tidak mendukung dalam layanan masyarakat di anggap tidak peduli antar sesama. Sebaliknya, justru Citra rumah sakit di luar negeri lebih baik. Seperti dalam memeberikan diagnosa dokter lebih akurat, suasana rumah sakit nyaman, modern, bersih, indah, penataan ruang rapi dan tidak berkesan rumah sakit. Hal ini Dokter dinilai lebih komunikatif, sedangkan perawat ramah dan sopan dalam melayani pasien. Untuk itu dalam menangani perbaikan dan meningkatkan citra rumah sakit lebih bagus lagi, peran humas disarankan melakukan fungsi strategi yang lebih mengedepankan pelayanan dari fungsi rumah sakit yang sebenarnya, yaitu menilai sikap dan persepsi dari setiap kelompok masyarakat terhadap rumah sakit untuk memahami aspirasi dan harapan mereka selama mendapatkan pelayanan. Selanjutnya humas merencanakan dan melaksanakan suatu program-program dan aksi komunikasi untuk mendapatkan pengertian, penerimaan, minat dan dukungan dari seluruh kelompok masyarakat.
Kita harus tahu sebelumnya Humas adalah penghubung antara manajemen dan konsumennya. Saling membutuhkan ketrampilan Humas untuk membina hubungan di antara keduanya. Salah satunya adalah membuka jalan komunikasi. Adapun tugas seorang public relations adalah dalam menciptakan hubungan yang baik dengan komunitas tentu saja dilakukan dengan konsep komunikasi melalui berbagai jalur-jalur tertentu yang dinilai paling efektif. Konsep komunikasi tersebut tentu saja memberikan titik tolak pada kegiatan-kegiatan (action oriented) yaitu kegiatan yang dilakukan oleh lembaga, dalam hal ini tentu praktisi humas, sebagai pelaksanaanya yang bersifat partisipatif. Dengan partisipasi itu, maka keuntungan yang di peroleh bukan hanya pada organisasi atau lembaga saja tetapi juga pada lingkungan sekitarnya yang ikut berdampak baik dalam khalayak umum.
Menghadapi khlayak umum terkadang juga gampang-gampang sulit masyarakat ketika terjadi kasus-kasus sosial yang timbul akibat kurang lancarnya jalur komunikasi sehingga saling memberi pengertian antara pihak yang terkait dan tidak memahami. Hal ini membutuhkan dukungan kreatifitas dan kemampuan manajemen komunikasi yang baik namun seorang public relations juga harus bisa mengatasi masalah dan mengerti setidaknya apa yang menjadi khalayak umum inginkan ketika kerumah sakit menghadapi keluhan. Kalau kita sudah bisa mengerti dan memberi sedikit perhatian terhadap pasien kita.
Dengan sendiri pasien itu akan datang lagi karena sudah percaya dengan pelayanan yang di sediakan di rumah sakit sangat baik itu sebabnya. Humas rumah sakit harus mampu membuat hubungan harmonis antara rumah sakit dengan pasien serta mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya. Petugas humas harus mampu mengubah hal-hal yang berpotensi menjadi rintangan psikologis menjadi pengetahuan dan pengertian, penerimaan dan ketertarikan. harus mampu menjalin komunikasi kepada semua pegawai di instansinya agar tercapai iklim organisasi yang mendukung peningkatan kompetensi organisasi.
Maka kesimpulan yaitu peran humas rumah sakit yang terpenting di mata pasien adalah dalam upaya menyelesaikan dan menangani keluhan pasien. Dalam menindak lanjuti kekecewaan yang di buat rumah sakit dan ketidak puasan atau keluhan pasien, sebaiknya tidak dengan cara defensif, melainkan menunjukkan upaya dan berusaha memperbaiki pelayanan. Kepuasan pasien terhadap respons yang diberikan rumah sakit akan sangat menentukan persepsi pasien terhadap rumah sakit serta citra rumah sakit di mata masyarakat akan menjadi baik. Semoga dengan adanya beberapa kasus di rumah sakit tidak menjadikan momok menekutkan pada setiap orang untuk sekedar analisa kesehatan karena harapan untuk masa depan adalah kesehatan yang lebih panjang patutlah kita juga harus berhati-hati dan mawas diri.
Referensi :

http://www.jobcareervacancy.info/view/kasus-humas-rs

Public Relations profesi dan praktikum, penerbit salemba humanika

http://rosda.co.id/index.php?info=resensi&resensi=36&page1=3&perpage1=10

HUMAS, MEMBANGUN CITRA DENGAN KOMUNIKASI, FRAZIER MOORE, H., PHD.
http://ugm.academia.edu/AchmedSukendro/Books/134207/Basic Hospital Public Relations Dasar-dasa Humas RumahSakit
Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Oleh A.W. Widjaja, penerbit bumi aksara

About these ads